Selasa, 25 November 2014

Ke Manakah Arah Industri Otomotif Indonesia?

Proyeksi sekaligus usaha Pemerintah Indonesia mendorong produksi mobil hingga lebih dari dua juta unit pada 2020 menuntut peranan pemasok komponen. Saat ini jumlah perusahaan penyuplai di Indonesia tidak lebih besar dari Thailand dan Malaysia.
Thailand punya lebih dari 2.000 perusahaan penyuplai komponen mobil, Malaysia memiliki sekitar 1.500-an, sedangkan Indonesia hanya 790-an. “Itu artinya dari kesiapan suplier saja kita belum cukup, kita harus mencari cara mengundang suplier menginvestasikan dana di indonesia agar dibuat lokal,” terang Head of Permanent Committe on Industrial Policy & Regional Empowerment Indonesian Chamber of Commerce and Industry I Made Dana M Tangkas di Bangkok, Jumat (31/10/2014).
Selain pemasok lokal masih ada banyak faktor pendukung lainnya, salah satunya infrastruktur seperti pelabuhan, jalan tol, energi listrik, dan bahan bakar. Mempersiapkan hal itu memang tidak mudah dan butuh konsentrasi, regulasi dan kebijakan Pemerintah Indonesia bisa membantu pelaku industri mengembangkan otomotif nasional.
Di sisi lain, industri otomotif Indonesia butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mantap. Kemampuan insinyur dan desainer mengembangkan produk menghilangkan ketergantungan SDM asing.
Sebelumnya, Thailand mengajak Indonesia dan negara ASEAN lain bergabung mengembangkan industri otomotif di masing-masing negara agar menjadi kekuatan besar dunia. “Seluruh penduduk ASEAN berjumlah 600 juta, bila ditambah tiga negara otomotif lainnya  seperti Korea, Jepang, India, dan China sudah separuh dunia kita pegang. Kalau industri otomotif pada Thailand, Indonesia, dan Malaysia bisa kuatkan, kita kita punya kekuatan menarik investasi dari luar,” ujar Achana Limpaitoon, Presiden of Thai Auto-Parts Manufacturing Association.
Made Dana mengatakan, industri otomotif Indonesia belum siap dan butuh kepastian menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan datang sebentar lagi. “Kita tidak bisa melihat hanya dua sampai tiga tahun, tapi kita harus lihat dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Indonesia ini apakah mau jadi pemain, pelabuh industri otomotif, atau hanya menjadi pasar saja,” tanya Made Dana.

Daftar Motor yang Layak Ditunggu di EICMA

Setelah Intermot, di Cologne, Jerman, salah satu pameran sepeda motor paling ditunggu publik dunia adalah EICMA, di Milan, yang mulai digeber 4 November 2014. Sederet tunggangan baru menanti perhatian, muncul dari berbagai pabrikan dunia, Eropa sampai Asia.

Dari sekian banyak sepeda motor yang akan muncul, beberapa layak ditunggu.KompasOtomotif coba merangkum beberapa, model-model yang sebelum meluncur sudah punya gaung cukup besar dalam beberapa hari terakhir. Berikut rangkumannya:

1. Kawasaki Ninja H2
. Inilah sepeda motor yang punya gaung terbesar dalam beberapa pekan lalu. Versi khusus sirkuit sudah muncul di Intermot, dikenal sebagai H2R. Kini giliran versi legal jalanan yang akan menggoda. Dengan mesin supercharge yang dirumorkan punya tenaga 250 tk akan melibas semua sepeda motor jalanan di dunia.
2. Yamaha R1. Hingga saat ini, Yamaha menyimpan erat informasinya. Namun di Amerika Serikat, sudah muncul dokumen pematenan untuk R1M dan R1S, yang menandakan bakal muncul dalam beberapa varian. Beberapa teaser menyebut sepeda motor ini menggunakancrossplane-crankshaft four dan beberapa peranti elektronik yang dijanjikan bakal lebih galak.
3. Ducati Panigale 1299. Ini cukup mengejutkan, saat beberapa orang di dealer Ducati di Motocorsa menampilkan foto dengan backdrop Panigale 1299. Ini mungkin akan menjadi Panigale terbesar yang akan punya tenaga dan torsi lebih ciamik. Belum diketahui, akan diletakkan di segmen mana, namun ada kemungkinan diletakkan sebagai sepeda motor balap.

4. BMW S1000XR. Produsen Jerman ini akan memberikan pilihan baru untuk mesin 999cc 4-silinder segaris. S1000R yang saat ini beredar sebagai sepeda motor jalanan atau sirkuit bakal punya tipe adventureTongkrongan-nya ditinggikan, mulai setang, jok, sampai suspensi. Terdapat tambahan bagasi yang menguatkan image sebagai sepeda motor petualangan.
5. Triumph Tiger 800. Model ini akan mendapat perubahan signifikan untuk 2015. Akan ada empat varian, XCA, XCX, XRT, dan XRX. Semua tipe bisa dipilih untuk memberikan fokus pengendalian, konsentrasi di jalan off-road atau on-road.

6. Ducati Multistrada DVT. Sepeda motor ini juga bikin penasaran, terutama karena mesin barunya yang menggunakan teknologi bukaan katup bervariasi. Produsen asal Italia ini menyebutnya dengan DVT atau Desmodromic Variable Timing. Dengan begitu, tenaga dan torsi diklaim naik cukup besar.

7. Yamaha FJ-09. Inilah versi touring-adventure dari model FZ-09 atau MT-09 yang bermesin tiga silinder 847cc. Dengan posisi lebih tinggi, tambahan fairing, dan spesifikasi khusus lainnya, sepeda motor ini akan menjadi pilihan untuk penyuka kendaraan petualang namun dengan mesin yang tak terlalu besar.

Kamis, 20 November 2014

Merek China Mulai Pakai Desainer Otomotif Dunia

 Selama ini, mobil-mobil buatan China kerap menjadi bahan celaan atau tertawaan ketika ikut unjuk kebolehan di ajang pameran otomotif internasional. Pabrikan China hanya mengandalkan desainer lokal yang minim pengalaman bekerja di dunia otomotif global, sehingga hasil karyanya kerap mengecewakan.

Kini situasinya diprediksi berubah. Merek-merek China mulai berbenah dan tidak segan-segan untuk mengimpor desainer terampil dan lebih berpengalaman dari negara lain. Posisi desainer impor ini akan dijadikan mentor para profesional muda lokal China untuk menggulirkan program yang sudah disiapkan masing-masing perusahaan.
"Mobil China, sebelumnya, merupakan gurauan. Dan sekarang sudah tidak lagi. Perusahaan China terus menunjukkan perkembangan masif. Warga internasional lebih terbuka dengan tantangan sementara China tidak mau kehilangan wajahnya," jelas James Hope, yang didatangkan sebagai Kepala Desain oleh Chery Automobile Company sejak tiga tahun lalu, dilansir Automotive News (1/11/2014).

Produsen lokal lain, Zhejiang Geely Holding Group Company juga sudah mempekerjakan Peter Horbury untuk memimpin tim desain global perusahaan sejak 2011. Tahun lalu, perusahaan menambah satu orang lagi, Guy Burgoyne dari General Motors untuk memimpin rumah desain di Shanghai.

"Dua tahun lalu, Geely belum punya departemen desain yang terorganisasi. Mereka semula melihat desain sebagai komoditas. Kini kami mencoba mencari tenaga kerja sesuai spesifikasi kami," jelas Burgoyne. Geely mempekerjakan 100 orang di pusat desain di Shanghai, terdiri dari 18 orang asing termasuk Burgoyne, yang berkebangsaan Inggris.

Baik Chery dan Geely punya target menjadi salah satu merek penyemaran merek global dan mereka berharap bisa menyaingi dari segi desain dalam kompetisi internasional. Kreativitas, diharapkan tidak juga diimpor secara cuma-cuma dari luar China. Para desainer asing yang bekerja di perusahaan lokal diharapkan bisa membawa beberapa ide otentik desainer China ke mata dunia.

Senin, 17 November 2014

Kabar Terbaru Honda RC213V Versi Produksi

 Replika Honda RC213V yang digunakan pebalap Repsol Honda di MotoGP kemungkinan besar segera terealisasi. Kabar ini mengerucut setelah ditemukan pengajuan paten (trademark) di lembaga pematenan Uni Eropa, sepeda motor dengan nama ”RC213V-S” diajukan pada 31 Oktober 2014 lalu.
Jika dilihat tanggal pengajuannya, spekulasi pun berkembang, khususnya datang dari media Eropa. Sepeda motor balap yang akan legal di jalanan dan dijual bebas (dengan versi dan kapasitas yang sudah disesuaikan) itu akan melakukan debut di EICMA, Milan, mulai 4 November.

Hanya saja, sejak Chief Executive Officer Honda Takanobu Ito mengonfirmasi derivasi dari RC213V, tak ada info lagi yang berkembang hingga kini. Meski dokumen pengajuan sudah muncul di Eropa, tapi info selanjutnya belum ada kejelasan. Termasuk bagaimana model dan spesifikasi.

Dalam dokumen hanya dikatakan bahwa nama itu (RC213V-S) akan masuk di antara ”sepeda motor, kendaraan, bagian dari lokomotif/ kendaraan darat” dan sebagainya. Tapi dengan huruf ”S” di belakang bisa menunjukkan perbedaan antara versi sirkuit dan jalanan.

Mungkinkah benar-benar akan debut di Milan? Tak lama lagi kita akan segera tahu.

Suzuki Tambah Produksi Transmisi Otomatis

gallery-cars
Maruti Suzuki kewalahan menghadapi lonjakkan permintaan mobil kompak dengan transmisi otomatis. Guna mengurangi antrean inden konsumen, produsen mobil terbesar di India ini berencana menggenjot produksi perusahaan pemasok dari 3.500 unit menjadi 5.000 unit per bulan.

Berbicara kepada Autocar Professional, RS Kalsi, Direktur Eksekutif Maruti Suzuki mengatakan, "Idenya bukan menunggu perusahaan pemasok untuk menaikkan kapasitas produksi dan meminta mereka memasok tambahan transmisi otomatis untuk model baru. Tapi, kami akan bekerja sama dengan perusahaan pemasok untuk meningkatkan volume sehingga komponen yang tersedia pada satu model sama biayanya dengan model lain".

Ketika Suzuki meluncurkan Celerio varian transmisi otomatis, pesanannya langsung membludak hingga 7-8 bulan. Tapi, kemudian jumlah ini berangsur turun menjadi empat bulan. Maruti Suzuki bersama perusahaan pemasok Magneti Marelli, yang sampai kini masih impor komponen dari Italia, mulai mengoperasikan pabrik transmisi otomatis di Manesar, India. Produksi perusahaan akan ditambah kapasitasnya setelah model-model baru dari Maruti dilepas ke pasar untuk varian transmisi otomatis.

"Kami punya pabrik baru, dalam satu tahun ke depan kami bisa produksi sendiri di India. Sekarang, masih mengandalkan pasokan dari Magneti Marelli dari Italia," beber S Maitra, COO, Rantai Pasokan, Maruti.

Saat ini permintaan varian transmisi otomatis untuk Celerio di India mencapai 35-40 persen dari seluruh penjualan. Di sisi lain, Maruti Suzuki juga sudah berniat melepas Alto K10 varian transmisi otomatis, sehingga membutuhkan pasokan komponen lebih banyak lagi.

Supermoto Dahsyat yang Siap ”Touring”

Setelah munculteaser dalam beberapa hari terakhir, MV Agusta kecolongan foto utuh model Stradale 800 di dunia maya. Sosoknya menggambarkan bahwa model ini akan terjun di kelas yang sebelumnya belum pernah disinggahi produsen asal Italia yang seperempat sahamnya baru saja dibeli Mercedes-AMG itu.
Stradale lebih seperti model supermoto yang siap diajak touring. Ini seperti yang dilakukan Ducati pada Supermotard yang kemudian ditransformasi menjadi Hyperstrada. Garis desain supermoto siap dipakai untuk kendaraan harian. Tapi jika ingin lebih, untuk touring akan sangat dahsyat.

Sekilas sama dengan MV Agusta Rivale. Meski demikian, ada beberapa yang berbeda. Lubang knalpot menggunakan model kotak. Tongkrongannya tidak terlalu tinggi besar, ini menunjukkan sepeda motor siap ditunggangi pengendara dengan postur tidak tinggi.

Lampu sein yang terintegrasi dengan bodi menjadi salah satu sentuhan manis. Sub-framedidesain berbeda, untuk menyangga lebih banyak bobot, termasuk barang bawaan pada ruang penyimpanan di kanan atau kiri sepeda motor.

Mesin akan sama dengan Rivale atau Brutale 800, tiga silinder 798cc DOHC yang sudah teruji keandalannya. Dari bocoran di berbagai website, akan ada tiga kombinasi warna yang siap dipilih. Detailnya? Tunggu tak lama lagi setelah diluncurkan di EICMA, Milan.

Kolaborasi Kakak Adik Beda Gender

Menggabungkan ide "dua kepala" dalam karya personalisasi tidaklah mudah, bahkan kerap memicu perselisihan. Namun tidak dengan kerjasama yang dijalin kakak adik, Canka Widi dengan Farisman Ashar, dalam menuangkan ide ubahan pada Toyota Avanza G produksi 2007. Hasilnya, Avanza berkelir hitam tersebut berhasil menjadi salah satu peserta gelaran Avanza Pop You Up di Semarang (1/11/2014).
"Konsep kami adalah efisiensi ruang biar bisa tampil keren enak dipandang, namun tetap nyaman dan yang terpenting tidak mengabaikan fungsi bagasi. Penggantian pelek dan ubahan setelan suspensi dibuat agak pendek namun masih nyaman dipakai sehari-hari," ujar sang adik, Farisman.

Untuk urusan interior Faris menyerahkan sepenuhnya kepada Canka untuk berkreasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah melapisi ornamen interior dengan kulit. "Dominasi warna coklat saya pilih karena lebih kalem, cocok dipakai untuk cowok dan cewek serta kontras dengan warna mobil," ujar Canka. Agar tampil makin elegan, motif sofa dipilih mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang tersebut. Proses ubahan interior diakui menghabiskan waktu sekitar seminggu.

Efisiensi ruang
Penekanan konsep efisiensi ruang dilakukan oleh Faris untuk memasang perangkat audio di belakang. Desain dibuat seperti gapura, semua komponen audio ditempel di dinding pilar. "Desain ini dibuat supaya kita tetap bisa menaruh barang di bagasi dan tidak menghalangi pandangan belakang saat melihat spion tengah," beber Ais, panggilan akrab Faris.

Konsep audio yang dianut oleh mahasiswa Unissula berusia 19 tahun ini cukup sederhana, yang penting enak didengar dan punya unsur "kosmetik". "Proses pembuatan dan setting audio tergolong cukup lama, hampir sebulan, dan menghabiskan dana yang cukup besar," ungkap pria yang hobi jadi disc jockey (DJ) tersebut.
Total proses personalisasi Avanza tersebut menghabiskan waktu 1,5 bulan dengan dana sekitar Rp 20-an juta. Ketika ditanya transportasi apa yang dipakai ketika mobil di bengkel, jawabannya cukup mengejutkan. "Tenang mas, kita masih punya 2 Avanza lagi di rumah," kelakar Ais dan Canka spontan. (ADV)